Kelenteng Go Thong Hutco Sibolga berawal didirikan oleh Bapak Herman atau Kho Hock Tat di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 23 di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Indonesia (dulu diakui sebagai nomor rumah 23, sekarang telah berganti menjadi nomor 25). Tanah untuk kelenteng telah dibeli oleh Bapak Herman sejak tanggal 26 Agustus 1974 yang lalu untuk ditempati. Perubahan hak kepemilikan telah diatur menjadi Sertipikat Hak Milik dengan Nomor 250 di Kelurahan Pasar Baru, dan disetujui dalam Surat Keputusan Menang/Kepala BPN tertanggal 26 Juni 1998, No. 6/1998 seluas 502 m2.
Pada tanggal 15 September 1980 telah dikeluarkan surat dari Departemen Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha, Direktorat Urusan Agama Hindu dan Buddha yang menerangkan bahwa Kelenteng Tju Tong Keng telah didaftarkan dengan alamat yang tercantum di atas, dengan Pimpinan Kelenteng: Bapak Herman.
Pada tanggal 10 Oktober 1988, dikeluarkan Surat dari Yayasan Vihara Buddha Sibolga perihal pendataan Rumah Ibadah Buddha Cu Tong Keng dengan alamat Jalan Ahmad Yani No. 23, Sibolga yang ditandatangani oleh U.P. Padmajaya.
Pada tanggal 10 Januari 1991, dikeluarkan Surat Keterangan Pendaftaran yang menyatakan bahwa Cetiya Maitreya telah terdaftar di Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Sumatera Utara cq. Pembimbing Masyarakat Buddha dengan diketuai oleh Bapak Herman. Surat ditandatangani oleh Bapak Drs. Ida Bagus Putu Supriadi yang mewakili Kepala Pembimbing Masyarakat Buddha.
Pada tahun 1991-1992, direncanakanlah pemugaran bangunan kelenteng berubah dari berbahan dasar kayu menjadi beton. Pada 14 Juli 1993, diresmikanlah bangunan baru kelenteng menjadi beton oleh Kakandepag Tingkat Kotamadya Sibolga yaitu Bapak Drs. H. Zulkarnain Lubis
Pada tanggal 8 Oktober 2001, juga dikeluarkan Surat Piagam Pendaftaran Tempat Ibadah Agama Buddha dengan No. Wb/9/BA.01.1/145/X/2001 yang menjelaskan Ketua Pengurus adalah Bapak Herman.
Pada Rabu, tanggal 14 Agustus 2002, Bapak Herman wafat dan meninggalkan kegiatan kelenteng untuk dikelola istri yaitu Ibu Wati (Sho Beng Kui).
Comments
Post a Comment